Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Pernah nggak sih kamu lagi asik-asiknya ngobrol sama bule, eh tiba-tiba si bule ngerutin dahi atau bilang "Wait, what?". Padahal kamu merasa grammar kamu udah oke, vocabulary juga udah lumayan keren. Kadang masalahnya bukan di kata-kata sulit, tapi di satu huruf kecil yang sering banget terlupakan: huruf 'S' atau 'ES'.
Di bahasa Indonesia, kita nggak pusing soal jumlah atau subjek kalau mau pakai kata kerja atau kata benda. Mau aku makan, dia makan, atau mereka makan, ya tetap "makan". Mau bukunya satu atau sepuluh, ya tetap "buku". Tapi di bahasa Inggris? Satu huruf 'S' bisa mengubah segalanya.
Menariknya, kesalahan grammar sederhana seperti ini memang masih jadi tantangan banyak pelajar bahasa Inggris di Indonesia. Bahkan, kemampuan bahasa Inggris antarnegara di Asia Tenggara juga sering dibandingkan berdasarkan kebiasaan penggunaan grammar dan speaking sehari-hari. Kalau kamu penasaran posisi kemampuan bahasa Inggris Gen Z Indonesia dibanding negara tetangga, coba baca juga artikel Seberapa Jago Bahasa Inggris Gen Z Indonesia Dibanding Singapura, Filipina, dan Vietnam?.
Kalau kamu sering "keseleo" soal aturan ini, tenang. Kamu nggak sendirian. Banyak banget yang menganggap ini masalah sepele, padahal buat native speaker, kesalahan ini bisa mengubah makna kalimat atau bikin kamu terdengar seperti robot. Yuk, kita bedah 3 aturan 'S/ES' yang paling sering bikin bule bingung kalau kamu sampai salah pakai!

Ini dia musuh bebuyutan sejuta umat yang baru belajar bahasa Inggris. Dalam aturan Simple Present Tense, kalau kamu pakai subjek He, She, It, atau nama orang yang jumlahnya satu (tunggal), kata kerjanya wajib banget ditambahin akhiran -s atau -es.
Bayangkan kamu bilang: "My friend live in London." Bagi telinga bule, kalimat itu terdengar "patah". Secara insting, mereka menunggu bunyi desis di akhir kata kerja. Kalau kamu bilang "He eat apple", mereka tetap paham maksud kamu, tapi di pikiran mereka, kamu terdengar sangat tidak natural mirip gaya bicara karakter di film-film purba yang belum lancar bahasa manusia.
Lebih parah lagi, kalau nggak pakai 'S', mereka bisa bingung soal konteks waktunya. Apakah kamu lagi ngomongin kebiasaan, atau kamu sebenarnya mau ngomongin masa lalu (past tense) tapi lupa?
Kalau subjeknya adalah He, She, It, kamu harus nambahin:
Tips Biar Kamu Nggak Lupa: Anggap saja si He, She, dan It itu orangnya "manja" dan nggak mau sendirian, jadi kata kerjanya harus ditemenin sama si 'S'. Tapi kalau subjeknya I, You, They, We, mereka sudah mandiri, jadi nggak butuh tambahan 'S' lagi.
Aturan kedua yang sering bikin bule garuk-garuk kepala adalah soal jumlah benda. Di bahasa Inggris, kamu wajib banget memperjelas apakah benda yang kamu maksud itu cuma satu (singular) atau banyak (plural).
Ini bagian yang krusial. Misal kamu lagi di restoran dan bilang: "I want to order three chicken burger." Si pelayan bule mungkin bakal konfirmasi ulang: "Wait, sorry, do you mean three burgers or just one burger with three patties?"
Bagi mereka, angka (seperti two, three, many) dan akhiran 'S' adalah satu paket informasi yang nggak bisa dipisahkan. Kalau angkanya banyak tapi bendanya nggak pakai 'S', otak mereka bakal loading sebentar buat sinkronisasi data. Kalau kamu salah di bagian ini dalam konteks bisnis atau pemesanan barang, bisa-bisa jumlah barang yang datang nggak sesuai harapan kamu, lho!
Secara umum, kamu tinggal tambahkan 'S' di belakang kata benda. Tapi ingat, ada beberapa aturan "spesial":
Latihan Cepat: Coba deh kamu lihat sekeliling kamu sekarang. Ada berapa barang? Sebutkan pakai bahasa Inggris lengkap dengan 'S' atau 'ES'-nya. Latihan kecil kayak gini bakal melatih otot mulut kamu biar terbiasa ngomong 'S' tanpa mikir lama.

Daftar Trial Class Online Mr.BOB Kampung Inggris, disini.
Kesalahan ketiga ini yang paling sering bikin salah paham total alias misunderstanding. Untuk menunjukkan kepemilikan, bahasa Inggris menggunakan tanda petik dan huruf S ('s).
Ini contoh kasus yang bikin bule bingung banget: Kamu mau bilang: "Mobilnya John rusak." Lalu kamu bilang: "John car is broken."
Bagi bule, kalimat "John car" bisa diartikan kalau "John" itu adalah merk mobilnya, atau nama jenis mobilnya. Padahal maksud kamu mobil itu miliknya John. Tanpa tanda petik dan huruf 'S', hubungan antara subjek dan objeknya jadi hilang.
Lebih kocak lagi kalau kamu bilang: "I like your sister cat." Bisa-bisa bule itu mikir kamu lagi ngomongin "Kucing berjenis saudara perempuan". Padahal maksud kamu adalah "Kucing punya kakakmu". Beda jauh, kan?
Bukan karena kamu nggak pintar, tapi karena otak kita sudah terbiasa dengan pola bahasa Indonesia yang super simpel. Di bahasa kita, nggak ada konsep konjugasi kata kerja atau perubahan kata benda berdasarkan jumlah. Jadi, waktu ngomong bahasa Inggris, otak kita cenderung melakukan direct translation alias terjemahin mentah-mentah dari pikiran.
Selain itu, bunyi desis 'S' di akhir kata dalam bahasa Inggris seringkali terdengar lemah atau nggak jelas kalau kita nggak biasa mendengarkannya. Hasilnya, kita pun nggak terbiasa mengucapkannya.
Kalau kamu mau belajar materi bahasa Inggris lainnya, langsung aja cek artikel lain di website Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris. Biar nggak ketinggalan tips belajar seru tiap hari, jangan lupa follow Instagram dan TikTok kami, ya! Kalau masih bingung soal materi bahasa Inggris, kamu juga bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp kami.