Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Kamu aktif di TikTok, bisa nulis caption dalam bahasa Inggris, dan nonton Netflix tanpa subtitle. Rasanya, bahasa Inggris kamu sudah lumayan, kan?
Tapi bagaimana kalau dibandingkan dengan Gen Z di Filipina, Vietnam, atau Singapura?
Jawabannya mungkin akan sedikit mengejutkan bahkan mungkin menggugah kamu untuk bergerak. Fenomena ini juga nggak lepas dari kebiasaan komunikasi Gen Z saat ini, termasuk tren Ngomong Campur Inggris-Indonesia, Ciri Khas Gen Z Masa Kini? yang semakin umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.Â

Setiap tahun, EF Education First merilis EF English Proficiency Index (EF EPI) laporan yang mengukur kemampuan bahasa Inggris orang dewasa di ratusan negara di seluruh dunia. Ini adalah salah satu tolok ukur paling terpercaya untuk membandingkan kemampuan bahasa Inggris antar negara.
Hasilnya untuk Indonesia? Tidak terlalu menggembirakan.
Dalam EF EPI 2025, Indonesia mendapatkan skor 471 dan berada di peringkat 80 dari 123 negara masih masuk kategori low proficiency atau kemampuan rendah. Meski naik 3 poin dibanding tahun sebelumnya, posisi Indonesia masih jauh dari negara-negara tetangganya di Asia Tenggara.
Berikut perbandingan lengkapnya:
| Negara | Skor EF EPI 2025 | Peringkat Asia | Kategori |
|---|---|---|---|
| Singapura | — | Dikeluarkan dari indeks (diklasifikasi native speaker) | — |
| Filipina | 569 | #2 Asia | High Proficiency |
| Malaysia | 581 | #1 Asia | High Proficiency |
| Vietnam | 500 | #5 Asia | Moderate Proficiency |
| Indonesia | 471 | #10+ Asia | Low Proficiency |
Singapura memang sudah tidak masuk dalam indeks ini karena dianggap sebagai negara berbahasa Inggris asli. Tapi perhatikan Filipina yang meraih skor 569 hampir 100 poin di atas Indonesia. Bahkan Vietnam yang sering kita anggap "sebanding" pun sudah masuk kategori moderate proficiency, meninggalkan Indonesia di belakang.
Satu fakta menarik lainnya: Jakarta sebagai ibu kota mencatat skor 523 jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional, dan sudah masuk kategori moderate. Ini menunjukkan betapa besarnya kesenjangan akses antara Jakarta dengan daerah lain di Indonesia.
Bagi banyak orang, keunggulan Filipina dalam bahasa Inggris terasa seperti sesuatu yang sudah "given" dan memang begitu adanya. Ada alasan historis dan struktural yang kuat di baliknya.
Selama lebih dari empat dekade di bawah kekuasaan Amerika Serikat (1898–1946), bahasa Inggris dijadikan bahasa pengantar resmi di seluruh sistem pendidikan Filipina. Berbeda dengan Indonesia yang mewarisi bahasa Belanda namun memilih Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional, Filipina mengadopsi bahasa Inggris ke dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh.
Di Filipina, bahasa Inggris bukan hanya pelajaran di sekolah ia dipakai dalam rapat kerja, siaran berita, percakapan informal, bahkan jokes sehari-hari. Ketika sebuah bahasa digunakan dalam konteks nyata, kemampuan berbicara berkembang jauh lebih cepat.
Filipina adalah salah satu pusat industri Business Process Outsourcing (BPO) terbesar di dunia. Ribuan Gen Z Filipina bekerja di call center dan perusahaan layanan global sejak usia muda latihan speaking yang paling efektif adalah berbicara dengan penutur asli setiap hari, dan itulah yang mereka lakukan.
Ini yang lebih mengejutkan. Vietnam, negara yang baru pulih dari konflik panjang, kini sudah meninggalkan Indonesia dalam hal kemampuan bahasa Inggris. Apa rahasianya?
Pada tahun 2008, pemerintah Vietnam meluncurkan National Foreign Language Project program ambisius yang menetapkan bahasa Inggris sebagai prioritas nasional dalam pendidikan. Target mereka jelas: menjadikan generasi muda Vietnam mampu berbahasa Inggris secara fungsional pada 2020.
Vietnam dalam dua dekade terakhir agresif membuka diri terhadap investasi asing. Perusahaan multinasional seperti Samsung, Intel, dan Nike membangun pabrik besar di sana. Kebutuhan akan tenaga kerja yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi sangat nyata dan Gen Z Vietnam merespons peluang itu.
Kota-kota besar Vietnam seperti Ho Chi Minh City dipenuhi ekspatriat dan turis asing. Kesempatan untuk berinteraksi dengan penutur bahasa Inggris jauh lebih besar, menciptakan lingkungan belajar yang organik.

Daftar Trial Class Online Mr.BOB Kampung Inggris, di sini.Â
Pertanyaan ini penting untuk dijawab secara jujur bukan untuk menyalahkan, tapi untuk mencari solusi yang tepat.
Banyak Gen Z Indonesia yang mendapatkan nilai bahasa Inggris tinggi di sekolah, tapi kemudian blank saat harus berbicara langsung dengan orang asing. Ini bukan kebetulan.
Sistem pendidikan bahasa Inggris di Indonesia selama ini terlalu fokus pada grammar dan hafalan bukan pada kemampuan berkomunikasi. Akibatnya, siswa pandai mengerjakan soal pilihan ganda, tapi tidak terbiasa berpikir dan berbicara spontan dalam bahasa Inggris.
Berbeda dengan Filipina atau Singapura, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya, kuat, dan fungsional. Hampir semua kebutuhan komunikasi sehari-hari dari belanja, bekerja, hingga bersosialisasi bisa dipenuhi tanpa perlu bahasa Inggris.
Ini keunggulan budaya yang luar biasa, tapi sekaligus menciptakan tantangan: motivasi intrinsik untuk belajar bahasa Inggris menjadi lebih rendah karena kebutuhannya tidak terasa mendesak.
Skor Jakarta yang mencapai 523 vs skor nasional 471 mengungkap masalah yang lebih dalam: akses terhadap pendidikan bahasa Inggris berkualitas masih sangat tidak merata. Siswa di Jakarta punya akses ke kursus privat, sekolah internasional, dan komunitas berbahasa Inggris sementara siswa di daerah terpencil tidak punya kemewahan itu.
Salah satu hambatan terbesar yang diakui Gen Z Indonesia sendiri adalah rasa takut berbuat kesalahan saat berbicara bahasa Inggris takut ditertawakan, takut dianggap sok, atau takut grammar-nya salah. Padahal, speaking adalah keterampilan yang hanya bisa diasah dengan... berbicara.
Di balik data yang terlihat mengkhawatirkan, ada banyak hal yang sebenarnya bisa jadi modal besar bagi Gen Z Indonesia.
Skor terus meningkat. Indonesia naik 3 poin dari edisi sebelumnya kecil, tapi menunjukkan tren positif yang konsisten.
Paparan bahasa Inggris digital sangat tinggi. Gen Z Indonesia menghabiskan rata-rata 8–9 jam sehari di internet. Konten yang dikonsumsi dari YouTube, gaming, hingga media sosial sebagian besar berbahasa Inggris. Paparan pasif ini membangun pemahaman yang tidak bisa diremehkan.
Komunitas belajar bahasa Inggris makin berkembang. Platform seperti TikTok, YouTube, dan Discord dipenuhi kreator Indonesia yang mengajarkan bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses oleh siapa saja.
Motivasi Gen Z semakin kuat. Dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya bahasa Inggris untuk karier global dan kerja remote, semakin banyak anak muda Indonesia yang mulai belajar bahasa Inggris bukan karena kewajiban, tapi karena pilihan.
Kalau kamu Gen Z Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, kabar baiknya adalah: kamu hidup di era terbaik untuk belajar bahasa asing. Berikut langkah praktis yang bisa dimulai hari ini:
Latihan micro-practice setiap hari. Tidak perlu belajar satu jam penuh. Cukup 10–15 menit berbicara, menulis, atau mendengarkan bahasa Inggris setiap hari konsistensi jauh lebih efektif daripada marathon belajar di akhir pekan.
Manfaatkan AI untuk latihan speaking. Kini ada banyak aplikasi berbasis AI yang bisa menjadi teman latihan speaking tanpa rasa malu, tanpa takut ditertawakan. Ini solusi sempurna bagi kamu yang punya speaking anxiety.
Ubah konsumsi kontenmu. Coba sesekali ganti subtitle dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Ikuti akun berbahasa Inggris. Tulis caption Instagram dalam bahasa Inggris. Langkah kecil ini membangun kebiasaan secara alami.
Bergabung komunitas language exchange. Ada banyak platform yang mempertemukan pelajar bahasa dari seluruh dunia. Temukan teman berbicara bahasa Inggris dan bantu mereka belajar bahasa Indonesia sebagai imbalannya.
Ubah mindset. Bahasa Inggris bukan tentang sempurna tapi tentang komunikasi. Filipina unggul bukan karena grammar mereka sempurna, tapi karena mereka berani berbicara. Jadikan itu inspirasi.
Data EF EPI 2025 mungkin terasa seperti tamparan tapi sebenarnya ini adalah peta, bukan vonis.
Filipina unggul karena sejarah dan sistem. Vietnam maju karena kebijakan dan motivasi ekonomi. Indonesia punya tantangannya sendiri tapi juga punya potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Gen Z Indonesia adalah generasi yang tumbuh di era digital, terpapar konten global setiap hari, dan semakin sadar bahwa bahasa Inggris adalah kunci untuk membuka peluang yang lebih besar dari karier internasional, kerja remote, hingga membangun jejaring global.
Pertanyaannya bukan lagi "Kenapa kita kalah?"
Pertanyaannya adalah: "Apa yang kamu lakukan hari ini untuk membalikkan keadaan?"
Kalau kamu mau belajar materi bahasa Inggris lainnya, langsung aja cek artikel lain di website Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris. Biar nggak ketinggalan tips belajar seru tiap hari, jangan lupa follow Instagram dan TikTok kami, ya! Kalau masih bingung soal materi bahasa Inggris, kamu juga bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp kami.