Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Pernah nggak sih lagi nonton film, terus bingung kenapa cara ngomong aktornya beda-beda banget padahal sama-sama pakai bahasa Inggris? Nah, itu karena ada dua aksen besar yang paling sering muncul: American accent dan British accent.
Singkatnya, perbedaan American accent dan British accent ada di empat hal utama: cara pengucapan (pronunciation), pilihan kata (vocabulary), tata bahasa (grammar), dan ejaan (spelling). American accent cenderung mengucapkan huruf "r" dengan jelas di setiap posisi, sementara British accent sering "menghilangkan" huruf "r" di akhir kata. Selain itu, banyak juga istilah sehari-hari yang beda total, misalnya truck (American) vs lorry (British).
Tenang, kamu nggak perlu bingung lagi. Di artikel ini, kita bakal bahas tuntas semua perbedaannya satu-satu, plus tips buat menentukan aksen mana yang paling cocok buat kamu pelajari. Yuk, langsung gas!
Baca juga:Memahami Fungsi & Perbedaan Have dan Has dengan Mudah

Secara sederhana, American accent adalah cara pengucapan bahasa Inggris yang dipakai oleh penutur asli di Amerika Serikat, sedangkan British accent adalah cara bicara khas penutur asli di Inggris (Britania Raya). Keduanya sama-sama bahasa Inggris, tapi "rasa"-nya beda mirip kayak logat Jawa dan logat Batak yang sama-sama bahasa Indonesia, tapi kedengeran beda banget.
Yang perlu kamu tahu, British accent sendiri sebenarnya punya banyak variasi, mulai dari Received Pronunciation (RP) yang dianggap paling "standar", sampai aksen lokal seperti Cockney, Scottish, dan Geordie. Nah, yang biasanya dijadikan patokan pembanding dengan American accent adalah RP ini.
Kok bisa beda jauh ya, padahal sama-sama bahasa Inggris? Jawabannya ada di sejarah kolonisasi.
Setelah masa kolonisasi Inggris ke Amerika di abad ke-17, cara bicara di Inggris terus berkembang dan berubah selama ratusan tahun. Aksen yang sekarang kita kenal sebagai "British accent" atau Received Pronunciation sebenarnya adalah hasil evolusi panjang, dan masih terus hidup berdampingan dengan aksen-aksen lokal seperti Cockney di London Timur atau Geordie di Newcastle.
Sementara itu, para pendatang di Amerika nggak ikut "mengupdate" cara bicara mereka seiring perkembangan bahasa Inggris di Eropa. Alhasil, banyak pengucapan lama yang dipertahankan orang Amerika, dan lucunya, itu justru terdengar lebih dekat dengan bahasa Inggris versi lama—meskipun sekarang kesannya malah lebih "modern" dibanding British accent.
Ini bagian yang paling gampang dikenali kalau kamu lagi dengar orang ngomong. Perbedaan pengucapan mencakup bunyi vokal, konsonan, sampai penekanan kata.
Ini perbedaan paling ikonik. American accent termasuk rhotic, artinya huruf "r" selalu diucapkan di posisi manapun awal, tengah, atau akhir kata. Sementara British accent (khususnya RP) termasuk non-rhotic, huruf "r" di akhir kata atau sebelum konsonan biasanya "dihilangkan" atau melebur jadi bunyi vokal.
Beberapa kata diucapkan dengan durasi vokal yang berbeda. Kata dance, misalnya, di British accent diucapkan dengan vokal panjang, sedangkan di American accent lebih pendek dan tegas.
Di American accent, huruf "t" di tengah kata sering terdengar seperti "d" makanya kata water kedengarannya seperti "wader". Di British accent, bunyi "t" tetap terdengar jelas dan tegas.
Biar lebih gampang dibandingin, cek tabel di bawah ini:
| Kata | American Accent | British Accent |
|---|---|---|
| car | /kɑr/ (bunyi "r" jelas) | /kɑː/ (bunyi "r" hilang, jadi seperti "cah") |
| water | "wader" (t → d) | "wo-tuh" (t tetap jelas) |
| dance | /dæns/ (vokal pendek) | /dɑːns/ (vokal panjang) |
| bath | /bæθ/ (vokal pendek) | /bɑːθ/ (vokal panjang) |
| butter | "bu-der" | "bu-tuh" |
Selain cara ngomong, banyak juga kata yang beda total meski maksudnya sama. Ini yang sering bikin bingung pelajar bahasa Inggris pemula.
Berikut tabel istilah sehari-hari yang paling sering ditemui:
| British English | American English | Arti |
|---|---|---|
| flat | apartment | apartemen |
| trousers | pants | celana panjang |
| holiday | vacation | liburan |
| lorry | truck | truk |
| lift | elevator | lift |
| chips | fries | kentang goreng |
| biscuit | cookie | biskuit/kue kering |
Kalau kamu mau memperluas kosakata aktifmu biar makin lancar ngobrol pakai istilah-istilah ini, kamu juga bisa baca tips mengubah passive vocabulary jadi active vocabulary saat bicara biar kosa kata yang udah kamu tau nggak cuma "nyangkut" di kepala doang.

Daftar Trial Class Online Mr.BOB Kampung Inggris, GRATIS di sini!
Perbedaan grammar nggak seheboh perbedaan pengucapan atau kosakata, tapi tetap penting buat kamu ketahui, apalagi kalau lagi belajar buat ujian formal.
Orang Inggris cenderung pakai present perfect untuk aksi yang baru selesai, sementara orang Amerika lebih sering pakai simple past. Contoh:
Selain itu, orang Inggris juga lebih sering pakai kata seperti whilst dan amongst, sedangkan orang Amerika lebih familiar dengan while dan among.
British accent cenderung pakai akhiran "-ise" (contoh: realise, organise), sedangkan American accent pakai "-ize" (realize, organize). British English juga sering menambahkan huruf "u" di beberapa kata seperti colour dan favour, sementara American English menulisnya color dan favor.
Di luar aspek teknis, kedua aksen ini juga punya "citra" masing-masing di mata banyak orang.
British accent sering dianggap lebih formal dan "elegan" karena identik dengan pengucapan yang teratur dan gaya bicara resmi. Sebaliknya, American accent dianggap lebih santai dan kasual, cocok buat obrolan sehari-hari yang nggak terlalu kaku.
Karena dominasi Hollywood, musik pop, dan platform streaming asal Amerika, American accent jadi jauh lebih familiar di telinga kebanyakan orang, termasuk orang Indonesia. Tapi British accent juga makin populer lewat serial-serial populer yang menampilkan sisi klasik dan elegan dari cara bicara ala Inggris.
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya: American accent umumnya lebih mudah dipelajari pemula. Alasannya ada dua:
British accent sebenarnya nggak lebih sulit secara "hakikat", cuma butuh waktu adaptasi lebih karena variasi vokalnya lebih kompleks dan bunyi "r" yang hilang bikin telinga pemula agak kaget di awal.
Nah, ini juga sering jadi pertimbangan buat yang punya tujuan spesifik. Faktanya, baik IELTS maupun TOEFL tidak mewajibkan satu aksen tertentu yang penting pengucapanmu jelas dan konsisten (nggak campur aduk di tengah kalimat).
Tapi kalau bicara soal konteks penggunaan sehari-hari:
Buat kamu yang sedang menyiapkan diri untuk tes IELTS, kamu bisa cek juga kursus IELTS online terbaik bersama VIP Class biar persiapan kamu makin matang, apapun aksen yang kamu pilih.
Biar nggak cuma teori, ini beberapa tips yang bisa langsung kamu praktikkan:
Kalau kamu ingin belajar cara bertanya dengan natural dalam aksen manapun, kamu bisa juga pelajari cara menggunakan question words (5W+1H) dalam obrolan sehari-hari biar percakapanmu makin variatif.
American accent dan British accent adalah dua versi utama bahasa Inggris yang punya karakter masing-masing. Nggak ada yang "lebih benar" atau "lebih baik" keduanya sama-sama valid dan diterima secara global, termasuk di dunia akademik dan profesional.
Yang paling penting adalah konsistensi. Pilih satu aksen sesuai tujuan belajarmu, lalu latih terus sampai jadi kebiasaan. Kalau tujuanmu kerja di lingkungan internasional yang lebih casual, American accent bisa jadi pilihan awal yang oke. Tapi kalau kamu punya rencana studi atau karier di Inggris, nggak ada salahnya mulai membiasakan diri dengan British accent dari sekarang.
Kalau kamu mau belajar materi bahasa Inggris lainnya, langsung aja cek artikel lain di website Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris. Biar nggak ketinggalan tips belajar seru tiap hari, jangan lupa follow Instagram dan TikTok kami. Kalau masih bingung soal materi bahasa Inggris, kamu juga bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp kami.