4 Cara Elegan Ngasih Unpopular Opinion Pakai Bahasa Inggris (Bye-bye "I Think"!)

June 8, 2026 - by Nabilla F.

Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya scrolling TikTok atau X (yang dulu kita kenal dengan Twitter), terus nemu video atau thread yang depannya diawali pakai kalimat "Unpopular opinion: ..."? Biasanya, setelah kalimat pembuka sakti itu, bakal muncul deh opini-opini yang lumayan bikin dahi berkerut, mengundang perdebatan, atau bahkan memicu "perang dunia" di kolom komentar.

Mulai dari perdebatan abadi sekte bubur ayam diaduk versus nggak diaduk, sampai opini soal film populer yang katanya overrated banget. Ngasih unpopular opinion atau pendapat yang bertentangan dengan suara mayoritas itu sebenarnya wajar banget, kok. Bahkan, punya opini yang berbeda itu sehat dan bisa jadi bahan diskusi yang seru abis, asalkan kita tahu cara menyampaikannya dengan tepat.

Nah, masalahnya mulai muncul saat kita mau ikutan nimbrung kasih opini, tapi pakai bahasa Inggris. Sering banget kan kita otomatis ngetik atau ngomong pakai kalimat pembuka: "I think...". Mau ngomongin makanan, "I think...". Mau ngomentarin outfit teman, "I think...". Mau debat soal isu viral, balik lagi pakai "I think...".

Nggak ada yang salah sih dengan frasa tersebut secara grammar. Tapi, kalau dipakai terus-terusan, rasanya kok monoton banget, ya? Di artikel kali ini, kita bakal kupas tuntas cara menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris khusus buat ngasih unpopular opinion, pakai phrase of opinion yang jauh lebih elegan, natural, dan pastinya bikin kamu terdengar lebih pro layaknya native speaker. Siap-siap ucapkan selamat tinggal sama kebiasaan lama, dan mari kita upgrade skill speaking dan writing kamu!

4 Cara Elegan Ngasih Unpopular Opinion Pakai Bahasa Inggris (Bye-bye "I Think"!) - Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris

Kenapa Sih Harus Berhenti Keseringan Pakai "I Think"?

Sebelum kita masuk ke menu utama, kita perlu bahas dulu nih, kenapa sih kita harus mulai mengurangi kebiasaan pakai kata "I think" setiap kali mau berpendapat?

  1. Terdengar Terlalu Kaku dan Monoton. Coba bayangin kamu lagi ngobrol santai di kafe sama teman-teman bule, terus setiap kali giliran kamu ngomong, kamu selalu buka kalimat dengan "I think". Lama-lama lawan bicara kamu pasti ngerasa bosan dengernya. Memvariasikan kosakata adalah kunci utama biar obrolan mengalir asyik dan natural.
  2. Kesan Ragu-ragu (Lack of Confidence). Dalam beberapa konteks, apalagi kalau intonasi kamu kurang meyakinkan, frasa "I think" bisa bikin opini kamu terdengar lemah atau ragu-ragu. Seolah-olah kamu sendiri nggak yakin sama apa yang mau kamu sampaikan. Padahal, yang namanya unpopular opinion itu butuh penyampaian yang percaya diri biar orang lain tertarik buat dengerin sudut pandang kamu.
  3. Kurang Spesifik Menyampaikan Nuansa Perasaan. Bahasa itu bukan cuma soal susunan kata, tapi juga soal rasa atau emosi (nuance). Menyampaikan opini jujur tapi pahit butuh pembukaan yang beda dengan menyampaikan opini akademis. “I think” itu terlalu netral. Kita butuh frasa yang bisa ngasih "sinyal" ke lawan bicara tentang vibe opini yang mau kita keluarkan.

Oleh karena itu, memperluas perbendaharaan phrase of opinion itu hukumnya wajib buat kamu yang mau jago bahasa Inggris. Yuk, langsung aja kita bedah 4 frasa pengganti yang bisa kamu pakai buat ngasih unpopular opinion dengan cara yang elegan dan nggak bikin musuhan!

Baca Juga: Social Battery Low? Ini Cara Halus Minta "Me Time" Pakai Bahasa Inggris ke Teman

4 Phrase of Opinion Bahasa Inggris Biar Opini Kamu Makin Berkelas

Berikut ini adalah empat alternatif frasa yang bisa langsung kamu praktekkan. Kita akan urutkan dari yang paling santai sampai yang cocok dipakai buat diskusi agak serius.

1. To be honest... (Jujurly...)

Frasa yang pertama ini pasti udah lumayan sering kamu dengar. Sesuai dengan artinya, “To be honest” (atau versi slang anak mudanya sering diplesetin jadi jujurly) adalah pembuka yang paling pas kalau kamu mau ngeluarin opini yang mungkin agak nyeleh atau bertentangan dengan ekspektasi orang banyak.

Vibe: Sangat kasual, asyik banget buat ice breaking, dan ngasih kesan kalau kamu tuh orangnya apa adanya. Ini bertindak sebagai semacam "tameng" halus sebelum kamu melempar opini beda.

Contoh Penggunaan:

  • "To be honest, seblak is way better than tteokbokki. The spices are just richer." (Jujur ya, seblak tuh jauh lebih enak daripada tteokbokki. Bumbunya jauh lebih kaya).
  • "To be honest, I didn't really enjoy that superhero movie. It was too long and boring." (Sejujurnya, aku nggak terlalu nikmatin film pahlawan super itu. Terlalu panjang dan ngebosenin).

Contoh Dialog:

  • Alex: "Everyone is crazy about the new iPhone! Are you getting one?" (Semua orang lagi gila sama iPhone baru! Kamu bakal beli nggak?)
  • Kamu: "To be honest, I prefer my Android phone. It gives me more freedom to customize." (Jujur aja, aku lebih suka HP Android-ku. Lebih ngasih kebebasan buat modifikasi).

2. The way I see it... (Menurut pandanganku...)

Nah, kalau kamu butuh phrase of opinion yang bisa bikin tensi perdebatan langsung turun, ini dia juaranya! Frasa "The way I see it..." sangat elegan, diplomatis, dan terkesan chill. Kenapa? Karena frasa ini secara halus menekankan bahwa apa yang kamu sampaikan itu murni "cara kamu melihat sesuatu", bukan sebuah kebenaran mutlak yang harus diterima oleh semua orang.

Vibe: Elegan, santai, dan sangat menghargai perbedaan. Cocok banget dipakai pas kamu lagi nongkrong sambil debat tipis-tipis.

Contoh Penggunaan:

  • "The way I see it, studying in a noisy cafe is actually better for my focus than a completely silent library." (Menurut pandanganku, belajar di kafe yang berisik tuh malah lebih bagus buat fokusku dibanding perpustakaan yang sepi total).
  • "The way I see it, working from home makes people more productive because they don't waste time commuting." (Caraku melihatnya, kerja dari rumah bikin orang lebih produktif karena mereka nggak buang waktu buat perjalanan).

Contoh Dialog:

  • Sarah: "I can't believe he resigned without having another job lined up. That's so reckless!" (Aku nggak percaya dia resign tanpa punya kerjaan pengganti. Sembrono banget!)
  • Kamu: "Well, the way I see it, his mental health was deteriorating. Taking a break was his best option right now." (Yah, menurut pandanganku, kesehatan mentalnya lagi menurun. Istirahat adalah pilihan terbaiknya saat ini).

Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Trial

Daftar Trial Class Online Mr.BOB Kampung Inggris, di sini. 

3. As far as I'm concerned... (Sejauh yang aku pahami/pedulikan...)

Mau ngasih unpopular opinion tapi dengan nada yang lebih bold, tegas, dan sangat percaya diri? Kamu wajib pakai frasa ini. "As far as I'm concerned" biasanya dipakai ketika kamu merasa argumen kamu itu punya dasar yang kuat, sudah kamu pikirkan matang-matang, dan opini kamu udah bulat nggak bisa diganggu gugat lagi.

Vibe: Sedikit lebih tegas, percaya diri, punya power, tapi tetap berada dalam batas sopan santun. Nggak terkesan arogan, tapi bikin orang tahu kalau pendirianmu teguh.

Contoh Penggunaan:

  • "As far as I'm concerned, pineapple definitely belongs on pizza. The sweet and savory combo is brilliant." (Sejauh yang aku tahu/yakini, nanas itu cocok-cocok aja kok jadi topping pizza. Kombinasi manis dan gurihnya itu cerdas).
  • "As far as I'm concerned, Monday is actually the best day of the week. It’s a fresh start." (Bagi aku pribadi, hari Senin itu justru hari terbaik dalam seminggu. Itu adalah awal yang baru).

Contoh Dialog:

  • Budi: "Don't you think buying secondhand clothes is kind of weird?" (Menurutmu beli baju bekas tuh agak aneh nggak sih?)
  • Kamu: "As far as I'm concerned, thrifting is an amazing way to save money and help the environment." (Sejauh yang aku yakini, thrifting itu cara yang luar biasa buat hemat uang dan bantu lingkungan).

4. From my point of view... (Dari sudut pandangku...)

Masuk ke frasa yang ke-empat. Frasa ini punya nuansa yang sedikit lebih formal dibandingkan tiga frasa sebelumnya. Cocok banget kalau kamu lagi ada di situasi diskusi kelas, rapat organisasi, meeting di kantor, atau bahkan pas lagi nulis esai bahasa Inggris.

Vibe: Semi-formal, analitis, terstruktur, dan objektif.

Hati-hati Kesalahan Grammar! (Common Mistake)

Nah, di bagian ini ada satu edukasi penting yang wajib kamu catat baik-baik. Banyak banget orang Indonesia yang sering salah kaprah dan menggunakan frasa "In my point of view". Sekilas kedengarannya bener ya? Apalagi kalau disamakan dengan frasa “In my opinion”.

Faktanya, secara kaidah grammar bahasa Inggris yang standar dan natural, penggunaan “In my point of view” itu kurang tepat, guys. Aturan mainnya begini:

  • Gunakan IN untuk kata opinion: In my opinion... (Bukan From my opinion).
  • Gunakan FROM untuk kata point of view: From my point of view... (Bukan In my point of view).

Kenapa bisa begitu? Karena “point of view” diibaratkan sebagai sebuah titik lokasi atau tempat di mana kamu berdiri untuk "melihat" sesuatu dari kejauhan. Makanya, preposisi yang tepat untuk menunjukkan arah datangnya pandangan adalah “From” (dari). Detail kecil kayak gini penting banget buat diperhatiin biar bahasa Inggris kamu makin kelihatan pro dan mulus tanpa celah!

Contoh Penggunaan:

  • "From my point of view, waking up at 5 AM is the true secret to a productive day." (Dari sudut pandangku, bangun jam 5 pagi adalah rahasia sejati dari hari yang produktif).
  • "From my point of view, grades don't truly measure a student's intelligence." (Dari sudut pandangku, nilai rapor tidak benar-benar mengukur kecerdasan seorang murid).

Gimana Cara Ngerespon Unpopular Opinion Orang Lain?

Karena kita udah belajar cara ngasih opininya, rasanya kurang lengkap kalau kita nggak belajar gimana cara merespon unpopular opinion dari orang lain. Kadang, ada kalanya opini teman kita itu bener-bener bertolak belakang sama prinsip kita. Daripada berantem pakai kata-kata "You are wrong!" (yang mana itu kasar banget), mending kamu pakai frasa diplomatis ini buat ngerespon:

  • Kalau kamu setuju: "I couldn't agree more!" (Aku setuju banget!) atau "That makes a lot of sense actually." (Masuk akal juga sih sebenarnya).
  • Kalau kamu agak kurang setuju tapi mau sopan: "I see what you mean, but..." (Aku ngerti maksudmu, tapi...)
  • Kalau kamu beda pendapat total dan mau menyudahi debat: "Let's agree to disagree on this one." (Mari kita sepakat untuk tidak sepakat dalam hal ini / Kita hargai aja perbedaan pendapat ini).

Dengan menguasai paket lengkap dari cara berpendapat sampai cara meresponnya, dijamin skill komunikasi kamu bakal naik level drastis. Kamu nggak cuma jago ngerangkai kata, tapi juga ngerti gimana menempatkan diri secara emosional dalam percakapan.

Ternyata, seru banget kan mengeksplorasi frasa-frasa baru dalam bahasa Inggris? Mulai sekarang, yuk pelan-pelan kurangi porsi penggunaan kata "I think" dan ganti dengan opsi yang lebih elegan sesuai situasinya.

Buat merangkum materi kita hari ini, ingat 4 frasa andalan ini ya:

  1. To be honest... (Kasual, santai, jujur apa adanya).
  2. The way I see it... (Diplomatis, menurunkan tensi perdebatan).
  3. As far as I'm concerned... (Tegas, berpendirian kuat, meyakinkan).
  4. From my point of view... (Semi-formal, objektif, dan ingat jangan pakai "In" ya!).

Sekarang giliran kamu! Biar materi ini nggak cuma lewat di kepala aja, kita harus langsung praktek! Coba deh, apa sih unpopular opinion terbesarmu soal makanan, film, tren fashion, atau kebiasaan sehari-hari? Tulis opini unik kamu di kolom komentar di bawah menggunakan salah satu phrase of opinion yang baru aja kita pelajari hari ini!

Kalau kamu mau belajar materi bahasa Inggris lainnya, langsung aja cek artikel lain di website Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris. Biar nggak ketinggalan tips belajar seru tiap hari, jangan lupa follow Instagram dan TikTok kami, ya! Kalau masih bingung soal materi bahasa Inggris, kamu juga bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp kami.

KELAS ONLINE MR.BOB KAMPUNG INGGRIS

Article written by Nabilla F.
Nabilla loves immersing herself in the world of languages and culture. Her favorite pastimes include watching Korean dramas, diving into books, enjoying good music, and savoring sushi. With a curious mind and a love for learning, Nabilla finds joy in every small moment of life.