Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Sering ngerasa dilema nggak sih pas lagi asyik-asyiknya santai di kamar, tiba-tiba masuk notifikasi WhatsApp di grup tongkrongan yang ngajakin ngopi di kafe hits terbaru? Di satu sisi, kamu ngerasa FOMO (Fear Of Missing Out) dan pengen banget ikut nimbrung ngobrol ngalor-ngidul. Tapi di sisi lain, pas ngecek saldo rekening, rasanya langsung pengen nangis di pojokan.
Dilema kayak gini emang udah jadi makanan sehari-hari buat kita. Kadang, mau nolak ajakan main itu rasanya berat banget. Takut dibilang pelit lah, takut dijauhin circle lah, atau takut dicap nggak asik. Ujung-ujungnya, karena nggak enak hati, kamu terpaksa ikut dan pasrah waktu harus ikut split bill yang harganya bikin jatah makan siang kamu seminggu ke depan berubah jadi menu mi instan doang.
Tapi tenang, kamu nggak sendirian kok! Sekarang ini, budaya maksain diri buat selalu "ada" demi gengsi udah mulai ditinggalkan. Di luar negeri, khususnya di kalangan Gen Z dan Milenial, lagi rame banget sebuah tren gaya hidup dan bahasa gaul yang namanya "Loud Budgeting".
Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas apa itu loud budgeting, kenapa tren ini bisa bikin kamu makin keren, dan pastinya ngasih kamu contekan frasa bahasa Inggris biar kamu bisa nolak ajakan nongkrong mahal dengan elegan dan super confident. Yuk, simak sampai habis!

Kalau kamu sering scroll TikTok dan mampir ke FYP bule, mungkin kamu udah nggak asing sama istilah ini. Awalnya, tren ini dipopulerkan oleh seorang kreator bernama Lukas Battle. Inti dari loud budgeting ini simpel banget: ini adalah kebalikan total dari tren quiet luxury (gaya hidup mewah yang nggak mencolok) yang sempet viral tahun lalu.
Kalau di era quiet luxury orang berlomba-lomba pakai barang branded tanpa logo gede buat kelihatan "old money", di era loud budgeting ini orang malah terang-terangan dan bangga ngomongin batasan keuangan mereka. Yup, kamu nggak salah baca. Terang-terangan ngomong kalau lagi hemat sekarang tuh justru dianggap keren!
Loud budgeting ngajarin kita buat berani bilang "nggak" untuk pengeluaran-pengeluaran yang nggak sejalan sama tujuan finansial kita. Bedanya, penolakan ini nggak diucapkan dengan rasa minder, sedih, atau malu. Melainkan diucapkan dengan lantang (loud), bangga, dan sadar penuh kalau kamu punya prioritas keuangan yang lebih penting daripada sekadar beli es kopi susu harga lima puluh ribuan.
Baca Juga: Apa Itu Echo Chamber & Cancel Culture? Ini Artinya!
Mungkin kamu mikir, "Ah, loud budgeting mah cuma bahasa halusnya dari bokek aja kali." Eits, jangan salah. Secara mindset dan psikologis, dua hal ini beda jauh banget.
Bayangin skenario ini. Temen kamu ngajakin nonton konser yang tiketnya lumayan nguras kantong.
Kalau kamu punya mindset Broke (Bokek), respon di kepala kamu biasanya begini: "Duh, gue miskin banget nih bulan ini. Gaji udah numpang lewat doang. Nggak punya duit sama sekali buat nonton konser. Nasib, nasib..." Kelihatan kan bedanya? Kata "bokek" itu ngasih kesan kalau kamu adalah korban dari keadaan. Kamu ngerasa nggak berdaya, malu, dan fokusnya ada pada "kekurangan" alias nggak punya uang.
Nah, beda ceritanya kalau kamu pakai mindset Loud Budgeting. Respon kamu bakal berubah jadi kayak gini: "Uang gue sebenernya ada, tapi lagi gue alokasiin buat hal lain yang lebih penting, kayak bayar cicilan atau nabung buat dana darurat. Jadi, budget buat konser bulan ini emang nggak ada, dan gue nggak masalah sama hal itu." Kesan yang ditimbulkan jauh lebih positif, kan? Kamu bukan miskin, kamu cuma lagi pegang kendali penuh atas uangmu. Kamu yang ngatur uang, bukan uang yang ngatur kamu. Ini ngasih aura orang yang smart dan bertanggung jawab.
Sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Gimana caranya kita nerapin loud budgeting ini kalau lagi ngobrol sama temen, khususnya kalau mau dipraktekin pakai bahasa Inggris?
Nolak ajakan teman pakai kalimat "I don't have money" itu jujur aja terdengar kaku, kurang asik, dan agak bikin suasana jadi canggung. Biar bahasa Inggrismu terdengar lebih natural, native-like, dan elegan, cobain deh pakai frasa-frasa di bawah ini:
Contoh dialog:
A: "Hey, let's try that new all-you-can-eat sushi place tonight!" (Eh, cobain tempat sushi all-you-can-eat baru itu yuk nanti malem!)
B: "Oh, I'd love to, but I'm on a tight budget right now. Maybe next time?" (Wah, pengen sih, tapi budgetku lagi mepet nih sekarang. Kapan-kapan aja ya?)
Contoh dialog:
A: "Are you joining us for the weekend trip to Bali?" (Ikutan kita jalan-jalan ke Bali nggak weekend ini?)
B: "Sounds super fun, but I’m prioritizing my financial goals this month. I'm saving up for a new laptop. You guys go have fun!" (Terdengar seru banget, tapi bulan ini aku lagi fokus ke target keuanganku. Aku lagi nabung buat beli laptop baru. Kalian seru-seruan deh di sana!)

Daftar Trial Class Online Mr.BOB Kampung Inggris, di sini.
Contoh dialog:
A: "Let's go shopping, there's a huge sale at the mall!" (Yuk belanja, ada diskon gede tuh di mall!)
B: "Shopping isn't in my budget for this month, but let's grab a coffee at the park instead!" (Belanja nggak masuk budget-ku bulan ini, gimana kalau kita nongkrong ngopi di taman aja?)
Contoh dialog:
A: "We're splitting the bill for the fancy dinner, right?" (Kita bagi rata ya tagihan makan malam mewahnya?)
B: "I'll have to pass on this one, guys. Enjoy the dinner, though!" (Aku skip dulu deh yang ini, guys. Met nikmatin makan malamnya ya!)
Biar kamu makin luwes nerapin loud budgeting, kamu juga perlu nambahin perbendaharaan kosakata slang atau bahasa gaul seputar uang yang sering dipakai native speaker. Catet ya, ini penting banget buat ningkatin skill speaking kamu!
Menerapkan loud budgeting itu butuh keberanian, terutama buat kamu yang punya sifat people pleaser atau nggak enakan. Tapi percayalah, teman sejati nggak akan ninggalin kamu cuma gara-gara kamu lagi fokus benerin kondisi finansialmu. Nolak ajakan teman demi menjaga kesehatan dompet itu hal yang sangat wajar, manusiawi, dan sekarang malah jadi tren yang super keren.
Dengan pakai frasa-frasa bahasa Inggris yang udah kita bahas di atas, kamu nggak cuma nyelamatin isi saldo rekening, tapi juga otomatis bikin gaya bahasamu kelihatan lebih elegan dan berpendidikan. Nggak ada lagi tuh cerita canggung pas mau nolak ajakan main.
Nah, tapi kadang ngomong loud budgeting pakai bahasa Indonesia aja masih suka keringetan, apalagi kalau disuruh pakai bahasa Inggris, kan? Takut grammar-nya berantakan, atau takut pelafalannya (pronunciation) kaku kayak robot.
Kalau kamu mau belajar materi bahasa Inggris lainnya, langsung aja cek artikel lain di website Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris. Biar nggak ketinggalan tips belajar seru tiap hari, jangan lupa follow Instagram dan TikTok kami, ya! Kalau masih bingung soal materi bahasa Inggris, kamu juga bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp kami.