Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris - Pernah nggak sih kamu lagi asyik scroll TikTok atau baca thread di X (Twitter), terus nemu kalimat kayak, "Gue lowkey naksir sama sepatu itu," atau "Ini cafe literally cozy banget!"?
Ketiga kata ini lowkey, highkey, dan literally emang lagi jadi primadona di dunia bahasa gaul atau slang. Saking seringnya dipakai, kata-kata ini gampang banget nempel di telinga dan akhirnya ikutan kita pakai sehari-hari. Mulai dari obrolan tongkrongan sampai caption media sosial, rasanya kurang afdol kalau nggak nyelipin kata-kata ini biar terdengar lebih relatable dan kekinian.
Tapi, ada satu masalah yang sering banget muncul. Sayangnya, banyak orang yang asal tempel kata-kata ini ke dalam kalimat. Kadang posisinya kebalik, atau parahnya lagi, maknanya melenceng jauh dari yang seharusnya. Padahal, kalau kita lihat dari kacamata tata bahasa Inggris atau grammar, ketiga kata ini punya fungsi dan posisi yang sangat spesifik dalam sebuah kalimat.
Supaya skill bahasa Inggrismu makin pro, nggak kelihatan asal sebut, dan tentunya tetap stylish, mari kita bedah satu per satu cara pakai lowkey, highkey, dan literally yang tepat sesuai aturan main grammar. Dijamin, habis baca artikel ini, kamu bakal lebih pede nulis atau ngomong pakai kata-kata ini!

Kita mulai dari yang paling sering dipakai orang untuk nunjukin perasaan malu-malu kucing: Lowkey.
Kalau diterjemahkan secara mentah, lowkey (atau low-key) dulunya dipakai di dunia fotografi, musik, atau pencahayaan untuk mendeskripsikan sesuatu yang temaram, tenang, atau tidak mencolok. Seiring berjalannya waktu, maknanya bergeser jadi slang internet.
Sekarang, gen-Z dan milenial memakainya untuk mendeskripsikan perasaan yang ditahan, hal yang lumayan disukai tapi nggak mau diumbar, atau sesuatu yang dilakukan secara diam-diam. Padanannya dalam bahasa Indonesia sehari-hari mungkin mirip dengan "agak", "diam-diam", atau "jujur aja nih ya...".
Di dalam grammar bahasa Inggris standar, ketika digunakan sebagai kata gaul, lowkey berfungsi sebagai adverb (kata keterangan), spesifiknya adverb of degree. Tugas utama adverb adalah memberikan keterangan tambahan untuk verb (kata kerja) atau adjective (kata sifat).
Biar nggak pusing, kamu bisa pakai dua rumus gampang ini buat nentuin posisi lowkey dalam kalimat:
Gunakan rumus: $Subject + Lowkey + Verb$
Posisi lowkey diletakkan persis sebelum kata kerja utama. Kata ini ngasih tahu kalau aksi yang dilakukan itu nggak terlalu intens atau agak disembunyikan.
Gunakan rumus: Subject + To Be + Lowkey + Adjective
Kalau kamu mau ngasih sifat ke suatu benda atau orang tapi intensitasnya cuma "lumayan" atau "agak", taruh lowkey sebelum kata sifat.
Baca Juga: Jangan Salah Paham, Ini Arti How Come yang Sebenarnya dalam Bahasa Indonesia
Kalau kamu udah paham cara kerja lowkey, memahami highkey bakal gampang banget karena aturannya persis sama, cuma beda di makna dan energi yang dibawa.
Highkey adalah kebalikan mutlak dari lowkey. Kalau lowkey itu bisik-bisik, highkey itu pakai toa alias berteriak. Kata ini dipakai saat kamu sangat setuju, sangat suka, nggak ada rasa malu buat mengakui sesuatu, atau ingin menyatakan opini secara terang-terangan dan intens.
Padanannya di bahasa Indonesia adalah "banget", "jelas-jelas", atau "beneran deh". Kalau kamu ngerasa suatu emosi itu meluap-luap, ini saatnya kamu keluarin kata highkey.
Sama persis kayak kembarannya, peran highkey di sini adalah sebagai adverb of emphasis (kata keterangan yang memberikan penekanan kuat).
Rumus: $Subject + Highkey + Verb$
Rumus: $Subject + To Be + Highkey + Adjective$
Nah, ini dia bos terakhirnya. Dari sekian banyak kata serapan, literally adalah kata yang paling sering bikin guru bahasa Inggris atau grammar nazi elus dada. Saking seringnya salah dipakai, kesalahan ini udah jadi kebiasaan massal.
Dosa terbesar dalam pemakaian kata literally adalah menggunakannya untuk hal-hal yang hiperbola, lebay, atau melebih-lebihkan keadaan.
Banyak banget yang bilang begini: "Aduh, tugas numpuk banget, aku literally mau mati rasanya."
Secara grammar dan definisi kamus, kalimat di atas salah total. Kata literally punya arti "secara harfiah", "sesuai kenyataan", atau "benar-benar terjadi persis seperti apa yang diucapkan". Jadi, kalau kamu bilang "literally mau mati", itu artinya secara medis nyawamu benar-benar hampir melayang saat itu juga. Kalau kamu cuma capek, penggunaan kata ini jadi nggak logis.
Kalau kamu mau ngomong sesuatu yang sifatnya hiperbola atau kiasan (nggak benar-benar terjadi), kata yang benar secara grammar adalah figuratively (secara kiasan). Tapi tentu saja, orang jarang pakai kata figuratively pas lagi nongkrong karena kedengaran terlalu kaku. Solusinya? Jangan pakai literally kalau konteks kalimatmu cuma buat mendramatisir suasana.
Sebagai murni sebuah adverb, literally bertugas memberikan penekanan bahwa apa yang kamu katakan itu 100% fakta, tanpa bumbu hiperbola, dan tanpa kiasan.
Sama seperti lowkey dan highkey, posisinya diletakkan sebelum kata kerja utama atau sebelum kata sifat yang ingin ditekankan kebenarannya.

Daftar Trial Class Online Mr.BOB Kampung Inggris, di sini.
Biar gampang ngecek pas kamu mau bikin caption Instagram atau ngetwit, simpan tabel rangkuman fungsi grammar dari ketiga kata ini. Pahami polanya, dan kamu nggak bakal salah lagi.
| Kata | Fungsi Grammar | Makna / Konteks | Rumus Posisi | Contoh Kalimat yang Benar |
|---|---|---|---|---|
| Lowkey | Adverb of degree | Diam-diam, agak, lumayan (ditahan) | Sebelum verb atau sebelum adjective | I lowkey miss hanging out with them. |
| Highkey | Adverb of emphasis | Sangat, jelas-jelas, terang-terangan | Sebelum verb atau sebelum adjective | This new song is highkey a masterpiece. |
| Literally | Adverb | Secara harfiah, sesuai kenyataan, 100% fakta | Sebelum verb atau sebelum adjective | She literally cried when she heard the news. |
Pakai bahasa gaul atau bahasa slang itu sah-sah aja, dan emang bikin obrolan jadi lebih hidup dan nggak kaku. Tapi, ngerti tata letak grammar aslinya ngasih kamu keuntungan lebih: kamu bisa mengekspresikan diri dengan gaya yang kekinian, tanpa harus kelihatan asal-asalan atau salah kaprah.
Sekarang kamu udah tahu kalau lowkey dan highkey itu adalah adverb yang memodifikasi aksi atau sifat, dan kamu juga udah paham buat berhenti pakai kata literally di situasi yang lebay. Menggabungkan tren dengan pemahaman fundamental grammar adalah cara terbaik buat bikin cara komunikasimu jadi lebih elegan dan tepat sasaran.
Kalau kamu mau belajar materi bahasa Inggris lainnya, langsung aja cek artikel lain di website Kelas Online Mr.BOB Kampung Inggris. Biar nggak ketinggalan tips belajar seru tiap hari, jangan lupa follow Instagram dan TikTok kami, ya! Kalau masih bingung soal materi bahasa Inggris, kamu juga bisa konsultasi langsung lewat WhatsApp kami.